RUANGOLAHRAGA.ID – Komitmen meningkatkan kualitas pembinaan atlet bola voli terus ditunjukkan oleh Akademi Bola Voli Abil Resto. Salah satunya melalui keikutsertaan pelatihnya, H. Edi Wijaya, dalam Pelatihan/Kursus Pelatih Bola Voli Indoor Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada 18–24 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi H. Edi Wijaya untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kompetensi kepelatihan, serta memperbarui pemahaman mengenai teknik dan metode pembinaan bola voli indoor yang sesuai dengan perkembangan olahraga saat ini.

Keikutsertaan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas latihan di Akademi Bola Voli Abil Resto, khususnya dalam membina atlet muda agar mampu berkembang secara teknik, fisik, mental, dan pemahaman taktik permainan.

Belajar Langsung dari Tokoh Kepelatihan Nasional

Salah satu nilai penting dalam kursus ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh materi dari narasumber yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia bola voli Indonesia, baik sebagai atlet, pelatih, maupun pengurus organisasi.

Berdasarkan profil narasumber yang diperoleh, dua tokoh yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Drs. Gugi Gustaman dan Dr. Drs. Agus Jumaedi, M.Si.

Drs. Gugi Gustaman, Mantan Atlet Nasional dengan Segudang Prestasi

Drs. Gugi Gustaman memiliki rekam jejak panjang dalam dunia bola voli Indonesia. Ia pernah menjadi pemain Jawa Barat pada periode 1970–1985 dan pemain nasional pada periode 1971–1984.

Setelah mengakhiri kariernya sebagai atlet, Gugi melanjutkan pengabdian sebagai pelatih. Ia tercatat menangani tim Jawa Barat pada 1985–2010, melatih tim nasional putri pada 1986–1994, serta tim nasional putra pada 1996–2005.

Dalam profilnya, Gugi tercatat meraih prestasi di antaranya juara Kejurnas Antarklub pada 1973, 1975, 1979, dan 1982, serta medali emas PON pada 1989 dan 1996. Ia juga meraih medali emas SEA Games pada 1981, 1997, dan 2003.

Dr. Drs. Agus Jumaedi, M.Si., Akademisi dan Praktisi Kepelatihan

Dr. Drs. Agus Jumaedi, M.Si., memiliki pengalaman dalam bidang kepelatihan, pendidikan, dan organisasi bola voli.

Dalam profilnya, Agus tercatat memiliki lisensi kepelatihan daerah sejak 1983, lisensi nasional sejak 1985, serta lisensi FIVB Level II yang diperoleh pada 1991 dan 2012.

Pengalaman organisasinya meliputi jabatan Ketua Umum Pengkot PBVSI Bandung selama dua periode, pengurus PP PBVSI sejak 2010 selama dua periode, serta Ketua Binpres KONI Kota Bandung selama satu periode. Ia juga tercatat menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat untuk periode 2023 hingga sekarang, berdasarkan profil yang diunggah.

Agus memiliki pengalaman melatih pada berbagai ajang, di antaranya PON 1993, 2000, dan 2004, serta SEA Games Thailand 1995 dan SEA Games Vietnam 2004.

Dua Narasumber memberikan Materi Kepelatihan

Bekal untuk Meningkatkan Kualitas Akademi Bola Voli Abil Resto

Bagi H. Edi Wijaya, mengikuti kursus tingkat nasional ini diharapkan bukan sekadar menjadi upaya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga menjadi investasi pengetahuan bagi perkembangan Akademi Bola Voli Abil Resto.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk menyusun program latihan yang lebih terarah, meningkatkan efektivitas metode pembinaan, serta membantu atlet memahami teknik dasar dan taktik permainan dengan lebih baik.

Foto bersama usai praktik pelatihan pelatih bola voli

Dalam pembinaan usia muda, kualitas pelatih memiliki peran penting. Pelatih tidak hanya bertugas mengajarkan keterampilan bermain, tetapi juga membangun kedisiplinan, kerja sama tim, mental bertanding, dan karakter atlet.

Keikutsertaan H. Edi Wijaya dalam kursus nasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para atlet binaan Abil Resto, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan bola voli di lingkungan sekitarnya.

Dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut, Akademi Bola Voli Abil Resto diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi atlet muda serta berkontribusi dalam melahirkan pemain bola voli yang kompetitif di masa mendatang.