RUANGOLAHRAGA.ID – Ada kisah menarik di balik keberhasilan SMK Queen Miftahul Ulum melaju ke grand final Turnamen Bola Voli Putra Family Cup 2. Di dalam tim tersebut, terdapat pasangan ayah dan anak, Rowisun alias Mbah Wisun dan putranya, Thoriqul Huda, yang sama-sama mencintai bola voli.

Mbah Wisun, kelahiran 1985, merupakan pemain senior yang hingga kini masih aktif bertanding. Sementara itu, Thoriq, yang lahir pada 2011, mulai mengikuti jejak sang ayah dengan menekuni olahraga yang sama.

Menariknya, keduanya tidak hanya berbagi hobi, tetapi juga berjuang bersama dalam satu tim. Berseragam SMK Queen Miftahul Ulum, ayah dan anak ini menjadi bagian dari perjalanan tim menuju partai puncak Family Cup 2.

Beda Generasi, Satu Kecintaan

Bagi Mbah Wisun, bola voli telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Meski telah menyandang status pemain senior, semangatnya untuk tetap bermain belum padam.

Kecintaan tersebut kini juga terlihat pada diri Thoriq. Di usianya yang masih muda, Thoriq mulai menapaki perjalanan di dunia voli, bahkan mendapat kesempatan bermain satu tim dengan ayahnya sendiri.

Kebersamaan mereka di lapangan menghadirkan cerita tersendiri. Mbah Wisun membawa pengalaman sebagai pemain senior, sedangkan Thoriq memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya.

Kisah keduanya menjadi gambaran bagaimana kecintaan terhadap olahraga dapat tumbuh dalam keluarga dan berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bersiap Berjuang di Grand Final

Perjalanan Mbah Wisun dan Thoriq bersama SMK Queen Miftahul Ulum kini telah mencapai babak grand final Turnamen Bola Voli Putra Family Cup 2.

Partai puncak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi SMK Queen Miftahul Ulum untuk memperjuangkan hasil terbaik dalam turnamen tersebut.

Bagi Mbah Wisun dan Thoriq, laga final ini juga menjadi bagian istimewa dari perjalanan mereka sebagai ayah dan anak yang bermain dalam satu tim.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kisah keduanya memperlihatkan bahwa bola voli dapat menjadi penghubung antargenerasi. Dari ayah kepada anak, kecintaan terhadap olahraga terus tumbuh dan menemukan ceritanya sendiri di lapangan.

Kini, perhatian tertuju pada perjuangan SMK Queen Miftahul Ulum di partai puncak Family Cup 2, tempat Mbah Wisun dan Thoriq kembali berjuang bersama sebagai rekan satu tim sekaligus ayah dan anak.